GNPK RI Soroti Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Hari Raya di Sungai Penuh
SUNGAI PENUH_jendelajambi.net,_Menjelang perayaan hari raya, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional menjadi sorotan berbagai pihak. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan beban pengeluaran masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Sorotan tersebut turut disampaikan oleh Sekretaris GNPK RI Kabupaten Kerinci–Kota Sungai Penuh yang menilai lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan dari berbagai unggahan warga di media sosial, harga daging sapi disebut telah menembus kisaran Rp250 ribu per kilogram, sementara harga ayam potong berada di kisaran Rp80 ribu per ekor.
Selain bahan pangan, biaya pendukung aktivitas masyarakat juga mengalami kenaikan. Tarif parkir sepeda motor di sejumlah titik pasar dilaporkan mencapai Rp10 ribu. Harga gas elpiji tabung ukuran tertentu juga disebut menyentuh Rp40 ribu per tabung.
Kusnadi Sekretaris GNPK RI Kerinci–Sungai Penuh menyampaikan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
“Kenaikan harga kebutuhan pokok yang cukup tinggi ini sangat dirasakan masyarakat kecil. Pemerintah daerah perlu melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan stabilitas harga agar tidak semakin memberatkan warga menjelang hari raya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa stabilitas harga bahan pokok merupakan bagian penting dari perlindungan kesejahteraan masyarakat, terutama pada momen keagamaan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk menjaga kestabilan harga serta memastikan pasokan bahan pokok tetap aman dan terjangkau.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab pasti kenaikan harga tersebut.
(Dedyklen)

