Jelang Ramadhan, Pemkab Sarolangun Genjot Vaksinasi Ternak Cegah PMK dan SE
Sarolangun – Menghadapi bulan Ramadhan sekaligus mengantisipasi dampak perubahan cuaca ekstrem, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun mengintensifkan program vaksinasi ternak ruminansia. Langkah ini difokuskan pada pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Septicaemia Epizootica (SE) yang berpotensi merugikan peternak.
“Berdasarkan Sumber terpercaya yang di Identifikasi Media ini, “Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), Kesmavet dan P2PH, Deden, mengatakan kedua penyakit tersebut menjadi prioritas penanganan karena dapat menurunkan produktivitas ternak dan berdampak langsung terhadap ekonomi peternak.
Untuk vaksin PMK, pihaknya masih menunggu distribusi dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Peternakan Provinsi Jambi. Pada tahap awal, Sarolangun mendapat alokasi sebanyak 1.000 dosis yang ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan.
Sementara itu, vaksinasi SE menjadi perhatian khusus karena penyakit tersebut telah bersifat endemis di wilayah Sarolangun. Berbeda dengan PMK yang penyebarannya cepat namun tingkat kematiannya relatif rendah, SE memiliki risiko kematian lebih tinggi dan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
Meski hingga awal tahun belum ditemukan kasus baru, perubahan musim dari hujan ke kemarau tetap menjadi faktor risiko. Kondisi cuaca yang tidak stabil dapat memicu stres pada ternak, menurunkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
Deden menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi di lapangan menghadapi sejumlah tantangan. Sebagian besar peternak masih menerapkan sistem pemeliharaan tradisional, di mana ternak dilepas pada siang hari dan baru kembali ke kandang pada malam hari. Karena itu, jadwal vaksinasi harus menyesuaikan dengan pola aktivitas peternak.
Selain itu, waktu pelaksanaan juga diselaraskan dengan musim tanam agar ternak lebih mudah dikumpulkan. Menurutnya, langkah pencegahan melalui vaksinasi jauh lebih efektif dan menguntungkan dibandingkan pengobatan setelah ternak terinfeksi.
Pemerintah daerah mengimbau para peternak untuk rutin melakukan vaksinasi dan segera melaporkan jika menemukan gejala penyakit pada ternak. Sinergi antara pemerintah dan peternak dinilai penting untuk menjaga kesehatan hewan serta memastikan ketersediaan daging yang aman dan sehat bagi masyarakat selama Ramadhan. (Pimpinan Redaksi)

