Ketua IWO Doni Efendi Meminta Diskominfo Kabupaten Kerinci Transparan Mengenai MoU Dengan Media Cetak dan Online
Ketua IWO Doni Efendi Meminta Diskominfo Kabupaten Kerinci Transparan Mengenai MOU Dengan Media Cetak dan Online KERINCI_jendelajambi,net,Sebanyak 105 perusahaan media…

GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat GNPK RI kembali menyoroti persoalan pencemaran sampah di aliran Sungai Batang Merao yang melintasi wilayah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh. Sebagai bentuk kontrol sosial, GNPK RI menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya disikapi dengan pembersihan sesaat, tetapi juga perlu penelusuran terhadap sumber utama sampah yang mencemari aliran sungai. Menurut GNPK RI, kondisi sampah yang terlihat menumpuk dan terbawa arus sungai menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, baik dari sisi perilaku masyarakat, sistem pengelolaan sampah, maupun pengawasan dari pihak terkait. “Kalau sampah terus muncul di aliran sungai, maka yang perlu dicari bukan hanya sampahnya, tetapi dari mana sumbernya, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana sistem pengawasannya berjalan,” tegas GNPK RI. GNPK RI meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kota Sungai Penuh, dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan evaluasi lapangan secara menyeluruh, termasuk memetakan titik rawan pembuangan sampah liar, memperkuat pengawasan, serta memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif. GNPK RI juga mengingatkan bahwa Sungai Batang Merao merupakan aset lingkungan yang harus dijaga bersama. Jika pencemaran terus terjadi tanpa penanganan serius, dampaknya bisa meluas terhadap kualitas air, pertanian, hingga kesehatan masyarakat. Sebagai langkah awal, GNPK RI mendorong adanya gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas peduli lingkungan agar persoalan sampah di Sungai Batang Merao tidak terus berulang.
GELORA ANYAMAN BAMBU KERINCI MEMBAWA KESUKSESAN DAN TERANYAM RAPI PASCA EVENT PERSIT BISA VOL II TAHUN 2026 DI BALAI KARTINI, JAKARTA.
Sadis, Cekcok Minta Rokok Berujung Berdarah, Pria di Kerinci Bacok Korban Pakai Parang
Bundo Kanduang Jadi Kunci! PBKM Batang Hari Gelar Seminar Penuh Antusias
Editor’s Pick
Ketua IWO Doni Efendi Meminta Diskominfo Kabupaten Kerinci Transparan Mengenai MoU Dengan Media Cetak dan Online
Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani Berpesan Agar Jamaah Jaga Kesabaran dan Keikhlasan Saat Lepas 443 JCH Kloter BTH 21
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat
Tech Reviews
Ketua IWO Doni Efendi Meminta Diskominfo Kabupaten Kerinci Transparan Mengenai MoU Dengan Media Cetak dan Online
Ketua IWO Doni Efendi Meminta Diskominfo Kabupaten Kerinci Transparan Mengenai MOU Dengan…
Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani Berpesan Agar Jamaah Jaga Kesabaran dan Keikhlasan Saat Lepas 443 JCH Kloter BTH 21
Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani Berpesan Agar Jamaah Jaga Kesabaran dan…
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan…
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat GNPK RI kembali menyoroti persoalan pencemaran sampah di aliran Sungai Batang Merao yang melintasi wilayah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh. Sebagai bentuk kontrol sosial, GNPK RI menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya disikapi dengan pembersihan sesaat, tetapi juga perlu penelusuran terhadap sumber utama sampah yang mencemari aliran sungai. Menurut GNPK RI, kondisi sampah yang terlihat menumpuk dan terbawa arus sungai menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, baik dari sisi perilaku masyarakat, sistem pengelolaan sampah, maupun pengawasan dari pihak terkait. “Kalau sampah terus muncul di aliran sungai, maka yang perlu dicari bukan hanya sampahnya, tetapi dari mana sumbernya, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana sistem pengawasannya berjalan,” tegas GNPK RI. GNPK RI meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kota Sungai Penuh, dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan evaluasi lapangan secara menyeluruh, termasuk memetakan titik rawan pembuangan sampah liar, memperkuat pengawasan, serta memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif. GNPK RI juga mengingatkan bahwa Sungai Batang Merao merupakan aset lingkungan yang harus dijaga bersama. Jika pencemaran terus terjadi tanpa penanganan serius, dampaknya bisa meluas terhadap kualitas air, pertanian, hingga kesehatan masyarakat. Sebagai langkah awal, GNPK RI mendorong adanya gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas peduli lingkungan agar persoalan sampah di Sungai Batang Merao tidak terus berulang.
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan…

Stay Connected

TechWire Podcast
Listen to daily tech news podcast
Maecenas potenti non, turpis eget turpis gravida maecenas.
Must Read
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat KERINCI_jendelajambi.net,GNPK RI kembali menyoroti persoalan pencemaran…
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat GNPK RI kembali menyoroti persoalan pencemaran sampah di aliran Sungai Batang Merao yang melintasi wilayah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh. Sebagai bentuk kontrol sosial, GNPK RI menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya disikapi dengan pembersihan sesaat, tetapi juga perlu penelusuran terhadap sumber utama sampah yang mencemari aliran sungai. Menurut GNPK RI, kondisi sampah yang terlihat menumpuk dan terbawa arus sungai menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, baik dari sisi perilaku masyarakat, sistem pengelolaan sampah, maupun pengawasan dari pihak terkait. “Kalau sampah terus muncul di aliran sungai, maka yang perlu dicari bukan hanya sampahnya, tetapi dari mana sumbernya, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana sistem pengawasannya berjalan,” tegas GNPK RI. GNPK RI meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kota Sungai Penuh, dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan evaluasi lapangan secara menyeluruh, termasuk memetakan titik rawan pembuangan sampah liar, memperkuat pengawasan, serta memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif. GNPK RI juga mengingatkan bahwa Sungai Batang Merao merupakan aset lingkungan yang harus dijaga bersama. Jika pencemaran terus terjadi tanpa penanganan serius, dampaknya bisa meluas terhadap kualitas air, pertanian, hingga kesehatan masyarakat. Sebagai langkah awal, GNPK RI mendorong adanya gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas peduli lingkungan agar persoalan sampah di Sungai Batang Merao tidak terus berulang.
GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat KERINCI_jendelajambi.net,GNPK RI kembali menyoroti persoalan…
Technology
No post found!
Gadgets
No post found!
Software
No post found!

Games
No post found!
Apps
No post found!

