Gubenur Jambi Al Haris, Penguatan UMKM Sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi Daerah
JAMBI_jendelajambi. Net, Gubernur Jambi Al Haris menekankan pentingnya penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ketahanan ekonomi di Provinsi Jambi.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka kegiatan “Jambi Business Matching Forum 2026” yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bersama rumah BUMN Jambi.
“UMKM kita ini luar biasa potensinya, mereka tumbuh dari masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi dari bawah,” kata Al Haris di Jambi, Kamis.
Menurut dia, forum itu menjadi wadah strategis mempertemukan pelaku UMKM dengan BUMN dan mitra usaha dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Menurut dia, pelaku UMKM tidak akan mampu tumbuh kuat tanpa dukungan yang terstruktur, baik dari sisi permodalan, manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga akses pasar.
Oleh karena itu, ia mengatakan peran BUMN sebagai “bapak asuh” dinilai sangat strategis dalam mempercepat proses naik kelas bagi UMKM.
Selain itu gubernur menyoroti kondisi ekonomi global dan nasional yang saat ini menghadapi berbagai tantangan.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi masih berada pada angka positif, ia mengatakan dinamika efisiensi anggaran dan perubahan kebijakan fiskal nasional turut mempengaruhi perputaran uang di daerah serta daya beli masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Al Haris mendorong agar produk-produk UMKM Jambi semakin diperkuat dari sisi kualitas, kemasan, standar produksi, hingga legalitas. Dirinya berharap produk lokal tidak hanya berjaya di pasar daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Kita harus bangga dengan produk Jambi. Kalau bukan kita yang menggunakan dan mendukungnya, siapa lagi? Ketika BUMN, hotel, restoran, dan lembaga lainnya memberi ruang bagi produk lokal, maka itu akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Kemas Muhammad Fuad menjelaskan bahwa forum itu dirancang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi UMKM secara terstruktur dan terarah.
Menurut dia, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, diperlukan langkah konkret untuk menyinergikan tiga pilar utama, yakni BUMN sebagai entitas pengadaan strategis, sektor perhotelan dan restoran sebagai pengguna produk, serta UMKM sebagai produsen lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi difokuskan pada interaksi bisnis yang konkret melalui proses mengelola (Kurasi) produk, pemetaan kebutuhan pasar, hingga penjajakan kerja sama langsung,” kata Kemas.
(Pimpinan Redaksi)

