JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) kembali melakukan terobosan strategis di awal tahun 2026 dengan menyelenggarakan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kemenpora dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berbasis sistem merit.
Seleksi terbuka tersebut tidak hanya ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga dibuka secara luas bagi kalangan profesional yang memiliki kompetensi, pengalaman, serta rekam jejak kuat di bidang industri olahraga, industri kreatif, wisata olahraga, serta sektor-sektor terkait lainnya. Kebijakan ini sekaligus menandai pendekatan baru Kemenpora dalam menjaring pemimpin strategis yang mampu mendorong percepatan pengembangan industri olahraga nasional.
Pelaksanaan seleksi JPT Madya ini dinilai sebagai langkah progresif, mengingat untuk pertama kalinya Kemenpora membuka kesempatan bagi kalangan profesional non-ASN untuk bersaing secara terbuka dalam mengisi jabatan deputi. Gebrakan ini diharapkan mampu menghadirkan sosok pemimpin yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil, seiring meningkatnya peran industri olahraga sebagai salah satu pilar ekonomi nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menegaskan bahwa industri olahraga dan wisata olahraga memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Oleh karena itu, posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga membutuhkan figur yang tidak hanya memahami birokrasi, tetapi juga memiliki wawasan industri dan kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor.
“Kemenpora terus mendorong pengembangan industri olahraga dan wisata olahraga karena potensinya sangat luar biasa untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja, serta menyuburkan iklim investasi. Untuk itu, pada posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, kami juga menjaring kalangan profesional agar dapat bersaing dengan ASN,” ujar Menpora Erick Thohir.
Menurutnya, keterlibatan kalangan profesional dalam seleksi ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang inovatif, visioner, dan responsif terhadap dinamika industri olahraga yang terus berkembang. Sosok deputi yang terpilih nantinya diharapkan mampu merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan strategis yang mendukung penguatan ekosistem industri olahraga nasional secara berkelanjutan.
“Yang kita cari adalah pemimpin yang benar-benar mampu melahirkan inovasi, membangun kolaborasi lintas sektor, serta memanfaatkan kekuatan olahraga Indonesia sebagai daya tarik industri olahraga dan wisata olahraga. Ini penting untuk memperkuat citra Indonesia di tingkat internasional,” tambah Menpora.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, turut mendukung langkah seleksi terbuka ini sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan upaya menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih dinamis. Ia menilai keterbukaan dalam rekrutmen jabatan strategis akan memperluas ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan industri olahraga masa kini.
Seleksi terbuka JPT Madya Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga akan dilaksanakan melalui sejumlah tahapan yang ketat dan objektif, mulai dari seleksi administrasi, penilaian kompetensi, hingga wawancara akhir. Proses ini dirancang untuk memastikan bahwa kandidat terpilih benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan visi yang sejalan dengan arah kebijakan pembangunan olahraga nasional.
Kemenpora RI dijadwalkan membuka pendaftaran seleksi ini mulai 3 hingga 17 Februari 2026. Informasi lengkap terkait persyaratan, tahapan seleksi, serta jadwal pelaksanaan dapat diakses melalui situs resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Melalui seleksi terbuka ini, Kemenpora berharap dapat menghadirkan kepemimpinan baru yang mampu mempercepat transformasi industri olahraga nasional, menjadikannya lebih kompetitif, berdaya saing global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Tim Redaksi

