GNPK RI Minta Penelusuran Sumber Sampah di Sungai Batang Merao, Pengawasan Lingkungan Harus Diperkuat
KERINCI_jendelajambi.net,GNPK RI kembali menyoroti persoalan pencemaran sampah di aliran Sungai Batang Merao yang melintasi wilayah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh. Sebagai bentuk kontrol sosial, GNPK RI menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya disikapi dengan pembersihan sesaat, tetapi juga perlu penelusuran terhadap sumber utama sampah yang mencemari aliran sungai.
Menurut GNPK RI, kondisi sampah yang terlihat menumpuk dan terbawa arus sungai menunjukkan adanya persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, baik dari sisi perilaku masyarakat, sistem pengelolaan sampah, maupun pengawasan dari pihak terkait.
“Kalau sampah terus muncul di aliran sungai, maka yang perlu dicari bukan hanya sampahnya, tetapi dari mana sumbernya, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana sistem pengawasannya berjalan,” tegas GNPK RI.
GNPK RI meminta Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Kota Sungai Penuh, dan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan evaluasi lapangan secara menyeluruh, termasuk memetakan titik rawan pembuangan sampah liar, memperkuat pengawasan, serta memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan efektif.
GNPK RI juga mengingatkan bahwa Sungai Batang Merao merupakan aset lingkungan yang harus dijaga bersama. Jika pencemaran terus terjadi tanpa penanganan serius, dampaknya bisa meluas terhadap kualitas air, pertanian, hingga kesehatan masyarakat.
Sebagai langkah awal, GNPK RI mendorong adanya gerakan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas peduli lingkungan agar persoalan sampah di Sungai Batang Merao tidak terus berulang.
(Dedyklene)

