Tanggapi Sanksi dan Regulasi PSSI Kerinci, Timur FC: Aturan Harus Adil, Konsisten dan Berorientasi Kemajuan
KERINCI_jendelajambi.net,Regulasi memang diperlukan agar sepak bola berjalan lebih teratur. Namun keteraturan tidak lahir hanya dari banyaknya aturan, tetapi harus dimulai dari kesepakatan, kejelasan ruang lingkup, konsistensi penerapan, serta tujuan yang ingin dicapai.
Demikian pernyataan sikap Timur FC menanggapi sejumlah regulasi dan sanksi yang dikeluarkan PSSI Kabupaten Kerinci belakangan ini.
Timur FC menilai, ruang-ruang aturan harus dirumuskan oleh orang yang memahami regulasi sekaligus memahami kondisi sepak bola di lapangan. Sebab sepak bola bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menyangkut pembinaan, kompetisi, pemain, klub, kepengurusan, finansial, dan dinamika di daerah.
“PSSI Kerinci harus mempunyai target dan capaian yang jelas dari setiap aturan yang dibuat. Jangan sampai aturan hanya menjadi alat untuk membelenggu pemain dan klub tanpa ada ukuran keberhasilan yang jelas,” tulis Timur FC dalam rilisnya.
*Soroti Kasus PS Semurup dan Sanksi Skorsing Pemain*
Timur FC menyoroti pemberian sanksi terhadap tiga pemain dan satu tim yang dinilai perlu dikaji kembali dari sisi dasar, tujuan, dan konsistensi.
Kasus PS Semurup menjadi contoh. Awalnya disebut tidak dapat mengikuti Bupati Cup karena terlambat registrasi. Kemudian narasinya berubah menjadi dugaan pemalsuan data pada Bupati Cup I. Namun PS Semurup masih diperbolehkan bermain di Kejurkab.
“Ketika PS Semurup mencoba mendaftarkan tim baru, pendaftaran tersebut justru ditolak, sementara tim baru lainnya dapat diterima. Di sinilah kami melihat adanya persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka,” lanjut rilis tersebut.
Timur FC mempertanyakan standar ganda dalam penerapan aturan. Jika ada pelanggaran, harus ada dasar aturan yang jelas dan diterapkan sama kepada seluruh klub.
Hal yang sama juga terkait sanksi skorsing terhadap dua pemain Timur FC. Pihak klub mempertanyakan dasar kewenangan PSSI Kerinci menjatuhkan skorsing atas kejadian yang berlangsung di kompetisi yang bukan merupakan kompetisi resmi PSSI.
“Apa dasar regulasi PSSI Kerinci dalam menjatuhkan skorsing kepada pemain atas kejadian yang berlangsung dalam kompetisi nonresmi PSSI? Jika memang ada aturannya, kami berharap aturan tersebut dibuka dan dijelaskan secara transparan,” tegasnya.
*Registrasi Bukan Satu-satunya Ukuran Keaktifan Klub*
Timur FC juga mengkritisi narasi bahwa registrasi administratif menjadi satu-satunya tolok ukur keaktifan klub.
Menurutnya, keaktifan klub seharusnya dilihat dari aktivitas pembinaan, kelompok umur, pemain binaan, latihan rutin, kepengurusan, hingga keikutsertaan dalam kompetisi, bukan hanya administrasi.
“Bagaimana mungkin sebuah klub yang mempunyai aktivitas pembinaan, kelompok umur, dan menjalankan latihan kemudian dianggap tidak aktif hanya karena tidak melakukan registrasi pada periode tertentu?” tulisnya.
*Dorong Sistem Liga Sebagai Alat Ukur Objektif*
Sebagai solusi, Timur FC menantang PSSI Kerinci untuk membangun sistem liga yang jelas dan berkelanjutan sebagai alat ukur keaktifan klub yang lebih objektif.
“Kalau mau menguji keaktifan klub, bangun sistem liga. Di dalam kompetisi liga yang berjalan rutin, kualitas dan konsistensi klub akan terlihat dengan sendirinya,” ujar Timur FC.
Melalui liga, akan terlihat bagaimana kepengurusan, administrasi, pembinaan usia dini, kemampuan finansial, dan konsistensi klub dalam satu musim.
*Harapan Evaluasi Terbuka*
Timur FC menegaskan pihaknya tidak menolak aturan, namun menuntut kepastian, keadilan, dan transparansi.
“Kami tidak menolak aturan. Yang kami minta adalah standar yang sama. Jika satu klub mendapatkan sanksi, klub lain dengan pelanggaran yang sama harus mendapatkan perlakuan yang sama,” tutup pernyataan tersebut.
Timur FC berharap PSSI Kerinci berani melakukan evaluasi terbuka, mendengar klub-klub, serta membangun regulasi yang tegas tapi tidak kaku, disiplin tapi tidak diskriminatif, dan tetap berpihak pada pembinaan.
“Aturan yang baik bukanlah aturan yang paling banyak memberikan sanksi. Aturan yang baik adalah aturan yang mampu menciptakan keteraturan, memberikan keadilan, meningkatkan pembinaan, memperbaiki kompetisi, dan menghasilkan kemajuan sepak bola Kerinci. “Hormat kami, *TIMUR FC*
(Deka)

