Bundo Kanduang Jadi Kunci! PBKM Batang Hari Gelar Seminar Penuh Antusias
Batang Hari – Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Kabupaten Batang Hari menggelar Seminar Adat dan Budaya Minangkabau bertema “Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang”, yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus PBKM periode 2025–2029, Sabtu (25/4/2026), di Gedung Pemuda Muara Bulian.
Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusias, khususnya dari kalangan kaum ibu yang tampak aktif mengikuti setiap rangkaian acara.
Seminar menghadirkan pembicara utama Puti Reno Raudha Thaib yang menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah perkembangan zaman, terutama di era digital dan derasnya pengaruh media sosial.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa peran Bundo Kanduang sangat penting sebagai limpapeh rumah nan gadang, yakni tonggak penyangga rumah gadang yang menjadi simbol kekuatan perempuan dalam keluarga Minangkabau. Dari tangan perempuan Minang, lahir generasi yang dididik dengan adat, adab, serta nilai budaya luhur.
Ia juga menyampaikan bahwa Perkumpulan Bundo Kanduang merupakan organisasi independen yang telah berdiri sejak tahun 1978 dan tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.
Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Minang di Kabupaten Batang Hari, di antaranya Buya Rizal yang menyampaikan rasa gembira atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Selain itu, Hari Fajar Krisna juga hadir dan memberikan apresiasi kepada Ketua PBKM Kabupaten Batang Hari, Elfi Yeni, beserta jajaran pengurus atas terselenggaranya seminar yang dinilai memberikan wawasan luas tentang sejarah dan adat Minangkabau.
Turut hadir pula pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kabupaten Batang Hari, serta Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar, bersama istri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan pengurus PBKM dan berharap organisasi tersebut terus berperan aktif dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau di daerah.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat sesi tanya jawab, dengan berbagai pertanyaan seputar adat istiadat Minangkabau serta penerapannya dalam kehidupan modern.
Rangkaian pengukuhan pengurus berlangsung khidmat, sementara seminar berjalan dinamis dan penuh makna. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kembali semangat pelestarian adat dan budaya Minangkabau di Kabupaten Batang Hari.
(Dediklene)

