TAK TERIMA DISKORSING TANPA DASAR, JAKER DAN RIFKI TANTANG PSSI KABUPATEN KERINCI DEBAT TERBUKA LIVE
KERINCI_jendelajambi.net,Polemik skorsing terhadap sejumlah pemain di Kabupaten Kerinci kembali memanas. Dua pemain, *Jaker Febdini* dari Timur FC dan *Rifki* dari Gelora Buana, menantang pengurus PSSI Kabupaten Kerinci dan Komisi Disiplin (Komdis) untuk melakukan debat terbuka melalui siaran langsung (live streaming).
Tantangan tersebut disampaikan keduanya dalam sebuah video yang dibuat di Lapangan Penawar, pada Jumat, 25 September 2026, saat berlangsungnya pertandingan Bupati Cup antara *Timur FC vs Binhar FC*.
Pada hari itu, Jaker dilarang tampil setelah adanya surat misterius yang dikirimkan PSSI Kabupaten Kerinci kepada panitia turnamen. Surat tersebut berisi larangan bermain bagi tiga pemain, yakni *Jaker Febdini, Rifki, dan Pino*.
Menurut informasi, kasus ini sudah lama bergejolak. Pihak Timur FC dan Gelora Buana bahkan telah mengirimkan surat resmi kepada PSSI Provinsi Jambi untuk meminta kejelasan, namun hingga kini belum ada tanggapan.
Setelah ditelusuri, PSSI Kabupaten Kerinci sendiri disebut hingga saat ini belum terbentuk kepengurusan yang definitif, sehingga menimbulkan pertanyaan besar tentang dari mana dan atas dasar apa surat skorsing tersebut diterbitkan.
Meski dirugikan, Jaker yang bersikap dewasa pada hari itu memilih berlapang dada untuk tidak bermain demi kelancaran jalannya pertandingan.
“Jaker tidak bermain hari itu demi pertandingan tetap lancar, padahal dia sangat ingin membela timnya. Sangat disayangkan pengurus PSSI tidak pernah muncul untuk mengurus masalah ini,” ujar salah satu pengurus Timur FC.
Pihak klub pun menyindir keras pengurus PSSI Kerinci.
“Jangan lempar batu sembunyi tangan. Kalau berani mengeluarkan surat skorsing, harus berani bertanggung jawab dan menjelaskan dasarnya,” tegasnya.
Di dalam video tersebut, Jaker dan Rifki secara terbuka menantang PSSI Kabupaten Kerinci.
“Kami menantang pengurus PSSI Kabupaten Kerinci serta Komdisnya untuk debat terbuka secara langsung dengan live streaming. Kita buka data, bicara pakai data, bukan asal ngomong,” kata Jaker dan Rifki dalam video tersebut.
Tak hanya PSSI, mereka juga meminta Ketua KONI Kabupaten Kerinci untuk tidak diam.
“Untuk Ketua KONI Kabupaten Kerinci jangan diam saja, anda tidak bisa lepas dari masalah ini. Anda harus memanggil yang bersangkutan. Jangan duduk saja jadi pemimpin, anda harus kerja, hadapi masalah jangan mau enaknya saja,” kata pengurus Timur FC menambahkan.
Jaker dan Rifki menegaskan mereka memiliki data lengkap dan siap membuktikan bahwa skorsing yang dijatuhkan kepada mereka tidak memiliki dasar aturan yang jelas, serta meminta keadilan agar nama baik mereka sebagai pemain dipulihkan.
Hingga berita ini diterbitkan, PSSI Kabupaten Kerinci dan KONI Kabupaten Kerinci belum memberikan klarifikasi
(Deka)

