Komdis Dadakan? Pengangkatan Ade Jeni Putra Sebagai Komdis PSSI Kerinci Tuai Polemik, Rekaman Percakapan dengan Pemain Skorsing Beredar

Komdis Dadakan? Pengangkatan Ade Jeni Putra Sebagai Komdis PSSI Kerinci Tuai Polemik, Rekaman Percakapan dengan Pemain Skorsing Beredar

KERINCI_jendelajambi.net,Polemik skorsing 3 pemain di ajang Bupati Cup 2025 Kabupaten Kerinci berbuntut panjang. Sosok Komisi Disiplin (Komdis) yang menandatangani surat skorsing, Ade Jeni Putra, kini menjadi sorotan setelah beredarnya rekaman percakapan antara dirinya dengan salah satu pemain yang terkena sanksi.

Dalam rekaman yang beredar di masyarakat dan diterima redaksi, Ade Jeni Putra yang disebut-sebut diangkat menjadi Komdis dadakan PSSI Kabupaten Kerinci tahun 2026, mengaku tidak memahami aturan sebelumnya.

Kejanggalan mencuat saat salah satu pemain yang diskor, Jaker, mempertanyakan dasar hukum penskoran tersebut. Jaker menilai tidak ada regulasi dalam regulasi resmi Bupati Cup 2025 yang menjadi dasar skorsing terhadap mereka.

Menanggapi hal itu, Ade dalam rekaman tersebut menjawab, “kalau dulu tidak ada sekarang dibuat.”

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan besar di publik, bagaimana bisa ada peraturan dadakan yang dibuat setelah kompetisi berjalan?

Tak hanya itu, dalam rekaman yang sama, Ade juga mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa dan hanya mendapat informasi dari PSSI bahwa 3 pemain tersebut di skorsing.

“Seharusnya sebagai Komdis PSSI, sebelum menjatuhkan sanksi, Komdis memanggil pihak yang bersangkutan dan mempelajari duduk perkaranya, bukan langsung menerima informasi begitu saja lalu menandatangani surat skorsing,” ujar salah satu warga yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Kebingungan masyarakat semakin menjadi setelah Ade dalam percakapan tersebut menyebut dirinya adalah Komdis Bupati Cup Penawar, bukan Komdis PSSI Kerinci. Padahal, dalam surat resmi skorsing pemain yang beredar, ia menandatangani surat tersebut atas nama Komdis PSSI Kerinci.

Pernyataan yang saling bertolak belakang ini membuat publik bertanya-tanya, mana jabatan yang sebenarnya diemban oleh Ade Jeni Putra.

Kondisi ini menimbulkan dugaan di tengah masyarakat bahwa Ade Jeni Putra tidak memahami substansi persoalan atau diduga hanya dijadikan sebagai Komdis dadakan sebagai alat untuk menskorsing pemain tertentu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PSSI Kabupaten Kerinci belum memberikan keterangan resmi terkait status pengangkatan Ade Jeni Putra sebagai Komdis, dasar regulasi penskoran 3 pemain tersebut, serta beredarnya rekaman percakapan tersebut.

Masyarakat berharap PSSI Kabupaten Kerinci dapat memberikan klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi iklim sepak bola di Kerinci.

(Pimpinan Redaksi)

More From Author

Langkah Kajari Dalami Dugaan Penyimpangan Dana Desa Tebing Tinggi, GNPK RI: Uang Negara Harus Dipertanggungjawabkan

Tender Renovasi Imigrasi Kerinci Digugat, Dugaan Pengaturan Diminta Dibuktikan dengan Dokumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

Subscribe

Email
The form has been submitted successfully!
There has been some error while submitting the form. Please verify all form fields again.

Recent Post